Kartu Kredit


Kartu Kredit adalah kartu tipis yang sangat menakutkan bagi banyak kalangan orang yang menggunakannya. Sejak bertahun-tahun lalu hingga kini, untuk memiliki Kartu Kredit (KK) semakin hari semakin mudah saja. Kartu Kredit yang saat pertama kali diterbitkan di Amerika oleh Diners Club (1950), dan dua kartu selanjutnya di tahun 1958, American Express dan Americard (Visa) adalah alat pembayaran tanpa uang tunai, telah berubah menjadi alat untuk berhutang dibanding alat pembayaran tanpa uang tunai.
Memang, di tengah kehidupan yang menuntut serba cepat ini, semakin lumrah saja hidup dengan kredit atau hutang. Semakin mudah anda bisa berhutang, semakin “modern” hidup anda. Lihat saja di tahun 2002 orang-orang Amerika sekalipun memiliki total hutang senilai hampir 1 trilyun Dollar Amerika atau USD 979 kepada perusahaan pemberi hutang (bank, perusahaan Kartu Kredit dan perusahaan pemberi hutang lainnya). Mereka yang hidup di Amerika sama dengan Indonesia, mereka banyak yang memiliki rumah bagus, mobil bagus, perabotan dan peralatan rumah yang bagus namun sehari-hari hidup miskin, karena penghasilannya setiap bulan habis untuk membayar berbagai cicilan yang seakan tidak pernah lunas.
Di luar soal kredit atau pinjaman dengan berbagai bank, tulisan ini adalah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam industri Kartu Kredit sebagaimana yang dilaporkan oleh Frontline (seperti “60 minutes” dari CBSNews), sebuah acara televisi investigasi dari PBS di Amerika yang terkenal sejak 1983. Judul laporan itu memancing keinginantahu, yaitu “Secret History of the Credit Card,” dan subjudulnya: “FRONTLINE and New York Times join force to investigate an industry few American fully understand.” Frontline menyebut Industri ini sebagai industri yang selalu untung namun industri yang customernya paling banyak kecewa, mengeluh, merasa tidak nyaman dan dirugikan.
Banyak soal yang tidak dimengerti oleh pemegang Kartu Kredit di mana-mana, karena memang dibuat untuk sulit dimengerti oleh perusahaan penerbit Kartu Kredit. Sedikit sekali pemegang Kartu Kredit yang mau dan mampu membaca agreement yang dikeluarkan oleh perusahaan Kartu Kredit, juga ketentuan yang biasanya dicetak dengan huruf kecil dan abu-abu di belakang tagihan bulanan. Di dalam agreement selalu ada klausul bahwa agreement itu dapat dirubah kapan saja dengan pemberitahuan 15 hari sebelumnya. Perubahan itu biasanya menyangkut soal yang paling dapat merugikan pemegang Kartu Kredit, yaitu bunga dan denda (biaya keterlambatan, biaya over-limit atau kadang disebut sebagai biaya administrasi). Bunga dan denda ini bisa menjadi berapa saja, terserah perusahaan KK. Meski anda selalu membayar tagihan Kartu Kredit anda tepat waktu, perusahaan Kartu Kredit bisa atau selalu menaikkan bunga terutama karena berbagai hal, misalnya setelah periode promosi berakhir, 1 tahun setelah anda apply misalnya (kadang hanya 3 bulan saja), terlambat bayar di Kartu Kredit dari perusahaan lain, terlambat bayar tagihan telepon, listrik, kredit mobil, rumah atau karena perusahaan Kartu Kredit menganggap anda terlalu banyak pinjaman di sana dan sini. Praktek ini disebut klausul “universal default” yang menjadi klausul standar dalam agreement antara pemegang Kartu Kredit dan perusahaan Kartu Kredit.
Los Angeles Times, tahun 1999 lalu memberitakan adanya perusahaan Kartu Kredit di Amerika, yaitu Providian dan First USA ketahuan telah membebankan denda keterlambatan kepada pemegang Kartu Kredit-nya untuk pembayaran yang sebenarnya dilakukan pada waktunya (on time). Para pemegang Kartu Kredit tersebut kemudian memperkarakan kedua perusahaan ini dan jutaan dolar telah dikembalikan kepada para pemegang Kartu Kredit ini. Menurut dua perusahaan Kartu Kredit ini, kesalahan terletak pada processing systems. Padahal ini bukanlah suatu kesalahan tetapi telah mereka lakukan dengan sengaja yang mungkin juga dilakukan di Indonesia, namun tidak ketahuan.
Banyak orang, tanpa disadari, menjadikan Kartu Kredit sebagai jerat hutang seumur hidup, yaitu mereka yang membayar tagihan Kartu Kredit mereka hanya sejumlah minimum payment yang tercantum atau sedikit lebih besar dari minimum payment karena berbagai hal, terutama karena ada hutang lain seperti kredit rumah, kendaraan, peralatan rumah tangga atau kredit lainnya. Minimum payment yang biasanya ditetapkan oleh perusahaan Kartu Kredit hanya 2% dari jumlah total tagihan inilah yang menjadi jerat hutang seumur hidup. Berapa pun tagihan anda, jika anda membayar hanya sejumlah minimum payment itu, maka anda akan baru bisa melunasi tagihan Kartu Kredit anda dalam 30 tahun sebagaimana juga disebutkan oleh Frontline atau Oprah.com dalam edisinya yang berjudul “Debt Diet.” Itu pun jika bunga yang dikenakan pada anda sebesar tidak lebih dari 18% setahun. Sialnya perusahaan Kartu Kredit di mana-mana sering menetapkan bunga hingga 48% setahun. Gila bukan? Artinya jangka waktu pembayaran anda jika anda membayar hanya minimum payment bisa lebih jauh dari 30 tahun! Kecuali anda membayar lebih dari minimum payment, misalnya sebesar 10% dari total tagihan setiap bulan.
Semakin baik anda menyelesaikan tagihan Kartu Kredit anda, itu berarti anda semakin sedikit perusahaan Kartu Kredit mendapatkan untung. Karena itu ada banyak permainan yang dijalankan oleh perusahaan Kartu Kredit untuk menjerat anda agar terus berada di dalam permainan mereka selama-lamanya. Permainan ini legal alias tidak melanggar hukum, namun bisa membuat anda menjadi penghutang sepanjang sisa hidup. Anda bisa menghindari masuk ke dalam permainan ini, jika anda tahu kiatnya sebagaimana disarankan di banyak situs Internet tentang permainan Kartu Kredit. Biasanya di Internet kiat ini diberi judul “Winning the Credit Card Game.”
1. Baca dengan amat teliti seluruh formulir, agreement atau apa pun yang dikirimkan ke anda oleh perusahaan Kartu Kredit.
Baca apa yang dikirimkan kepada anda bersama dengan tagihan karena perusahaan Kartu Kredit berhak untuk merubah kesepakatan apa pun dengan pemberitahuan hanya 15 hari sebelumnya. Celakanya pemberitahuan itu sering dibuat agar anda tidak membacanya, misalnya dengan huruf kecil dan berwarna abu-abu. Juga di sinilah perusahaan Kartu Kredit menjebak anda untuk berbagai hal yang tidak anda perlukan, seperti misalnya membeli asuransi Kartu Kredit, asuransi jiwa, atau asuransi lain
2. Jangan terlambat membayar tagihan.
Anda akan terkejut dengan dendanya yang biasanya mereka menyebut dengan sebutan yang halus, misalnya biaya administrasi atau biaya keterlambatan. Besar tagihan akan membengkak dan minimum payment juga tentu akan membengkak. Karena satu denda, perusahaan Kartu Kredit akan menjadikannya alasan untuk menaikkan bunga hingga lebih dari 40%, padahal saat pertama kali anda ditawarkan Kartu Kredit hanya sebesar misalnya 16%.
3. Jangan menjadi Revolver.
Yaitu pemegang Kartu Kredit yang mempertahankan tagihan Kartu Kredit-nya dengan membayar tagihan hanya sebesar minimum pembayaran yang tertera di tagihannya. Jadilah seorang Freeloader, yaitu orang yang selalu membayar seluruh tagihannya setiap bulan dalam grace-period (periode antara penggunaan Kartu Kredit dan jatuh tempo tagihan). Freeloader tidak akan terjebak dalam situasi “membayar bunga”. Intinya adalah jangan menjadikan Kartu Kredit sebagai alat untuk berhutang, tetapi sebagai alat pembayaran tanpa uang tunai. Segeralah membayar apa yang anda sudah bayar sebelumnya dengan Kartu Kredit anda agar anda tidak perlu membayar bunga dan terjatuh di dalam lubang hutang yang dalam. Oleh karena itu, anda juga sangat dianjurkan untuk tidak memiliki Kartu Kredit lebih dari satu untuk menghindari resiko terkena bunga, denda keterlambatan dan denda over limit serta iuran tahunan lebih dari satu kali.
4. Jangan ragu-ragu untuk menyerang perusahaan Kartu Kredit dengan segala cara yang legal.
Apakah perusahaan Kartu Kredit anda menghisap darah anda? Bikin complain dan bahkan serang mereka melalui berbagai media, cetak, TV, radio, dan Internet. Persaingan di antara perusahaan Kartu Kredit membuat mereka kadang harus melemah oleh tuntutan seorang customer yang agresif. Denda bisa saja diminta untuk dihapus atau bunga diturunkan jika anda minta dengan keras, misalnya dengan alasan bahwa anda.sudah menjadi customer yang baik selama 1 tahun terakhir ini atau bahkan hanya 6 bulan terakhir ini.
5. Buat perbandingan antar perusahaan Kartu Kredit.
Jangan berpegang pada ”luar-negeri minded”. Meski anda juga sering berpergian ke luar negeri, jangan jadikan alasan anda untuk menjadi pemegang Kartu Kredit dari perusahaan luar-negeri yang berbunga tinggi. Karena banyak cara untuk keluar-negeri tanpa uang cash selain dengan Kartu Kredit, misalnya travel-check dan lain-lain. Atau jika anda merasa lebih nyaman ketika di luar negeri dengan Kartu Kredit luar negeri, anda bisa apply Kartu Kredit luar negeri dan mendapatkan Kartu Kredit hanya dalam waktu 2 hari paling lama jika anda menyetorkan uang sejumlah yang anda pikir akan dibelanjakan di luar negeri. Sesudah pulang kembali ke Indonesia atau jika anda tidak memerlukan Kartu Kredit itu lagi, segera tutup kembali Kartu Kredit itu.
6. Minta perusahaan Kartu Kredit agar memberi reward secara teratur (6 bulan sekali) kepada anda berupa catatan atau rekomendasi bahwa anda adalah seorang pemegang Kartu Kredit yang baik.
Jarang sekali perusahaan Kartu Kredit yang tanpa diminta berbaik hati untuk membuat catatan tentang aktivitas pembayaran yang baik (tidak pernah mangkir). Mungkin ini ada gunanya ketika anda berencana untuk mengajukan pinjaman pada sebuah bank.
7. Yang paling penting dari semuanya adalah jangan termakan dengan bunyi-bunyi iklan perusahaan Kartu Kredit, seperti ini “don’t leave home without it.”
Oprah.com dalam edisi ”Debt Diet” menganjurkan anda untuk meninggalkan KK anda di rumah, karena sebaiknya anda membawa Kartu Kredit hanya setelah anda merencanakan untuk berbelanja atau melakukan transaksi. Anda cukup membawa uang tunai sebesar 3 kali uang yang biasanya anda perlukan setiap hari. Apalagi hampir setiap orang sekarang memiliki tabungan di Bank dengan kartu ATM-nya yang sama artinya anda memiliki uang tunai di tangan (ATM ada di mana-mana). Jika anda ingin berhutang, gunakan fasilitas pinjaman yang tersedia di banyak bank. Meskipun prosesnya panjang (maksimum 14 hari kerja), jangan sekali-kali menggunakan Kartu Kredit sebagai jalan untuk berhutang. Kartu Kredit pada awalnya adalah alat pembayaran tanpa uang tunai, namun perusahaan Kartu Kredit sekarang telah membengkokkannya menjadi alat untuk berhutang yang sialnya bisa menjerat orang untuk seumur hidupnya.
Jangan juga termakan dengan bunyi iklan mereka lainnya yang muluk-muluk, seperti hidup yang lebih baik, praktis, nyaman dan kemewahan dengan berbagai barang. Memang, hidup di jaman yang waktu menjadi amat sempit ini, maka efisiensi sering menjadi pertimbangan yang pertama ketika anda membeli sesuatu, kendaraan misalnya. Anda pikir jika membeli kendaraan baru, maka anda terbebas dari persoalan perawatan kendaraan yang ruwet atau resiko rusak di jalan pada saat-saat penting. Padahal dengan kendaraan bekas yang betul-betul anda rekondisi di bengkel yang anda percayai, segala keruwetan itu bisa diatasi dengan mudah dan dengan harga di bawah harga uang muka pembelian kendaraan secara kredit. Bahkan sejumlah uang (rata-rata 4 juta rupiah) per bulan yang biasanya disetorkan ke perusahaan kredit kendaraan bisa digunakan untuk keperluan yang lebih produktif atau untuk rekreasi setiap bulannya.
Jojo Rahardjo
Pengamat Masalah Sosial
Sumber http://www.mediakonsumen.com/Artikel350.html | Kartu Kredit | Konsultasi Kartu Kredit







June 18th, 2009 at 7:52 pm
[...] bahkan jam ada saja orang yang mengajukan aplikasi kartu kredit. Buat sebagian orang Kartu Kredit adalah kartu tipis yang disebut dengan kartu tipis setan dan Debt Collector yang seram, tapi…buat [...]
August 29th, 2009 at 2:52 am
salam.. saya ingin menanyakan masalah overlimit kartu kredit.. apa besar pegaruhnya terhadap bi? saya bau 1 bulan pemegang kk citibank tp saya sudah dikerjai oleh sms bankingya yg akhirnya membuat saya overlimit.. yg saya takutkan bukanya denda, tp overlimit dimata bi.. saya takut bi malah meragukan saya seorang nasabah. apalgi saya jg banyak pinjaman dr bank yg lain.. saya tidak mau bi malah blacklist saya hanya gara2 overlimit yg hanya beberapa ribu saja. mohon ditanggapi klo tau infonya.. (mohon balas ke email saya..) thanks..